Wednesday, 22 February 2012

Unexpectedly Beautiful part two

Continuity, some beautiful visions I've ever seen so far...

Beauty that mesmerizing me, thank to Him who beautifully created them in this world... :)

A grasshopper (suborder Caelifera) on lime tree.

people says this flower is poisonous, but i think it's cute :) btw, this is not my plant, my neighbor's Lol

The lime tree, is really favorited by insect. after a grasshopper, the a beautiful yellow butterfly which had just cracked from its pupa. Before being pupa, as caterpillar, it had eaten all the lime tree's leaved, lol

I took this flower picture when i was on field trip on a Alas Purwo National Park, southeastern part of east Java.

Plantae, people, animal, sky, everything have their own beauty...

hybrid colored sunflower, Helianthus annuus.

Shinomiya Nagito, japanese GAV actor. He's just beautiful... I wonder why he chose his job, when he, In my opinion, qualified to be a real actor. His beauty is just like those Watanabe or Johnny's boys.


i think this is a species on Asteraceae family... Lucky me, got extra bug as garnish Lol

-=Chiba Ryohei=-
he's just beautiful, beautiful... I never know him myself, so I deeply wish that he's as beautiful inside out as I think.





they're just beautiful...






Unexpectedly Beautiful (only some by Me)

These are my vision of beauty...

Little pink Flower... it's a shame that i don't know all these flower scientific name... (by Me)

Yellow, tiny, pretty, and spiky (by Me)

growing up... from it's creeping body (by Me)


Strobilus of Pinus merkusii. (by Me)


Bursting Bubble (by Richard Heeks of Exeter)

The world on the bubble by Mila Zinkova

Capturing the mesmerizing vision of my eyes...

Friday, 3 February 2012

Tugas Akhir... Is it called Final Paper or Thesis in English??

Seperti postingan lainnya, saya sudah mencoba ber-English ria... tapi gagal...

Beberapa ini jadi adem panas gara-gara KRSan, abis mata kuliah bentrok melulu... sampe akhirnya aku cuma bisa ambil 16sks... HWAAAAAA entu jauh lebih sedikit dari targetku!!! *Awalnya pengen ambil sampe 24sks*

Akhirnya aku memutuskan bersabar nunggu keajaiban perubahan jadwal oleh bu Sekjur dan sharing-sharing sama senpai soal matkul mana yang enaknya diambil dan enaknya dibuang... Karena mentok-mentok juga, akhirnya mbak senpainya menyarankan ambil SP alias Seminar Proposal Skripsi!! UWAAW, saran yang baik dan buruk tuh, baiknya biar aku cepet fokus sama skripsi, buruknya... MAU PENELITIAN APA AKU?? Belum ada ide sampe sana, trus mbak senpainya bilang aku suru ikut penelitiannya dosen. Emang sih ada seorang ibu dosen yang baik hati yang lagi cari mahasiswa angkatanku buat penelitian. Tapi sayang, penelitiannya belum menggerakkan hatiku. Trus ada juga bapak dosen yang keren yang juga lagi cari mahasiswa untuk bantu penelitiannya, tapi yang ini topiknya malah makin jauh dari maksud hati.

Akhirnya mbak senpai pun menyarankan... "Kalo mau milih topik skripsi tuh 3 tingkatannya." Dan tiga tingkatannya itu adalah:

1. Yang sesuai dengan bidang yang kamu sukai, karena kalo penelitian hal yang disukai pasti hasilnya lebih bikin sreg dan prosesnya jadi lebih menyenangkan walopun ribet.

2. Yang mungkin dilakukan, soalnya kadang topik yang kita suka tu sulit ato malah terlalu sulit untuk dilakukan karena kendala biaya, alat, literatur, ini dan itu... Makanya penelitian dengan kemungkinan dilakukan lebih tinggi dan dengan topik yang cukup kita sukai harus jadi pertimbangan.

3. Yang ada atau ditawarkan, kalo ini adalah pilihan terakhir jadi ya yang ada atau yang ditawarkan dan mungkin dilakukan aja yang kita pilih... Rasanya tu kyk suka-gak suka yang ada ini, ya ini yang lakukan...

kalo saran dari dosen sih... HARUS RAJIN-RAJIN CARI LITERATUR DAN BACA BIAR DAPAT IDE!! tapi rasnya maleeeeessss BGt bo'...

Ayo!! Ayo!! Jangan Males... biar kuliah cepet kelar!!!

Sunday, 29 January 2012

Just want to post this... Baby Beel without his Pacifier XDD


I took the pictures from Beelzebub anime episode 10, when Hildegarde offer Baby Beel a bottle of milk that she drawn on Waku-waku Notebook... Baby Beel was happy to receive the milk, not until he know how it tasted...

Well, i'm considered it as a rare moment, since Baby Beel, almost never takes off his pacifier... hahahaha...

i wonder if the pic moves or not, since it's a GIF pic... i wish it'll move...


Ok..Ok.. i know, I have to admit, this post is pointless... LOL

Friday, 27 January 2012

[Honjitsu wa Seiten Nari] by Do As Infinity << Alunan yang menyemangati PKL

[i have tried to write this entry in english, but believe me, you wouldn't want to read it. So why don't I write it in my beloved native language? :)]

Berhari-hari menggalau karena PKL yang bikin shock, tak kusangka kau akan mengagetkan itu wahai PKL. :D Hari pertama datang jam 8an, langsung dititipi tugas bikin preparat jaringan kulit polong dan kulit ari suatu jenis kacang. Tapi itu okelah, kan lab di jurusan yang bikin dan aku disuruh bantu-bantu. Dan kalo aku bantu-bantu di kampus, berarti gak usah ke lab di tempat PKL. Tapi berita kedua tak seindah itu, aku disuruh ambil sendiri sampelnya besok pagi bareng sama petugas dari tempat PKL ke kebun percobaan di luar kota yang kira-kira 3 jam kalo naik mobil (o_0);. Tapi masih lumayan, jalan-jalan gratis :).

Ternyata berita yang bikin shock gak cuma itu aja, tanaman yang niatnya mau kupake penelitian ternyata... telah tuir dan terserang layu. Mana bisa diamati pertumbuhannya tu?! Udah gitu daunnya banyak yang menguning pula, akhirnya terpaksa ambil data 1 kali aja, padahal dirancangannya 3 kali ambil data pertumbuhan. Tanaman penelitianku pun dipanen, dan sampe sekarang belum kuukur tinggi tanamannya. Sebenernya itu bukan tanaman ujiku, punya pembimbingku, tapi aku minta tanam sendiri gak diijinin ya sutralah... *ngelus dada*. Sampel daun yang kuambil hari itupun kubawa ke kampus, jam setengah 10. (jadi di tempat PKL tu cuma sejam setengah =.=;)

Namun, takdir berkata lain, niat untuk langsung analisis sampel daun pun kandas di tengah jalan (bleh bahasanya :P). MATI LAMPU BOO'!! Rupanya angin yang sedari kemarin mengiringi kegalauanku, bikin perusahaan listrik negara yang kita cintai itu gak brani ngalirin listrik, takut ada kabel yang putus dan memanggang orang di jalanan. Alhasil yang bisa kulakukan adalah menanyakan ke sana kemari mengenai pembuatan preparat itu, lapor alias ngadu ke pembimbing di kampus, dan akhirnya bikin preparat stomata (pake kutex) sambil menemani senpaiku ngelab... Jam 12 selesai bikin preparat, ngantuk menyerang. Setan yang bikin ngantuk pun menendang-nendang kelopak mataku, dan aku pun tertidur di meja lab (dasar doyan ngebo, dimana aja klo ngantuk si ayuuk aja XDD). Tau dah waktu itu ngorok apa kagak, moga-moga aja nggak hahahaha! Abis perjalanan dari rumah-tempat PKL-kampus tuh JAUUUUHHH BGT!! Pantat sama pinggang rasanya mau patah!

Ternyata tidur membawa berkah, eh pas bangun listriknya nyala! Lanjut kerja deh, mengamati stomata. Sumpah bikin mata berantakan rasanya, abis stomata sama sel penjaganya rapet banget! Karena otak belum full rasanya, aku foto-foto aja, males ngitungnya. Dan aku pulang...

Beberapa hari setelah itu ternyata nasibku agaknya masih sama saja, ambil sampel jauh-jauh ke luar kota, eh, sampelnya gak sesuai harapan. Pulangnya ke tempat PKL yang jauh itu, niatnya liat-liat kali aja masi ada sampel yang sesuai. Eh, tenyata nihil juga! Pulang naik angkot karena gak bawa motor, sambil melawan keganasan angin Imlek yang masih mengiringi kegalauanku. Mampir kampus, baru pulang... Besoknya mau pake alat buat analisis daun, adaaaaa aja halangan dan rintangan yang menghadang. Ternyata harus ijin ini itu buat pake lab, mau pake alat A harus nunggu di set dulu sampe yang lain kelupaan. Laborannya pake acara ngilang berjam-jam... dan sampelku pun sudah hampir gak bisa dipake. Akhirnya aku ngitung stomata yang kemaren blum diitung.

Hingga akhirnya hari ini bisa juga pake alat, tapi sebelum pake alat itu serangkaian pengolahan sampel yang memakan waktu 3 jam-an. Lappeeerrrr... tapi belum selesai, akhirnya alat itupun dipake. Pengujian ini itu ternyata makan waktu yang cukup lama skitar 90 menitan. Dan korbannya adalah sampel lagi, karena aku kelamaan di satu pengamatan. Hal-hal yang lain yang harus diamati pake alat lainnya pun gak bisa dilakukan karena kesorean dan pinjem alat sore-sore tu biasanya gak boleh karena laborannya hampir habis jam kerjanya dan pakenya gak bisa diitung lamanya. AKIBATNYA: sampelku harus nginep lagi di kulkas lab sampe senin besok... Moga-moga masi bisa dipake. Semangatlah Mii...

LALU....

Apakah hubungannya [Honjitsu wa Seiten Nari] by Do As Infinity sama PKLku?? Lagu ini bener-bener sip banget. Awalnya aku gak terlalu merhatiin liriknya, yang aku suka cuma bagian "STAND UP FOR YOUR LIFE!". Rasanya tuh kayak, hidup ini udah diambang batas, ayo berjuang! Dan ketika aku mengusir frustrasi gara-gara gak bisa ngapa-ngapain di rumah sementara di kampus sampelku tercintah menunggu untuk dianalisis, lagu ini sering banget dimainin sama winamp yang ku set random. Alhasil semangat pun mulai terbakar lagi.

Barusan pas browsing translationnya lagu ini, aku berasa jadi orang yang diceritain dilagu itu, yaitu orang yang lagi frustrasi dan akhirnya lazying around trus disemangati lagi sama nyanyiannya Ban-chan... Sip banget dah tu lagu! mau lirik ato musiknya semua KEREN!!!

SO buat Bonus, nih liriknya:

[Honjitsu wa Seiten Nari] by Do As Infinity

Aa nande konnan de
Namida dechaun daro?
Mou chotto mou chotto
Umaku ieta nara na...
Nee! Doushitara ii no?

Taiyou ga warau
Dame dame na bokura
"Subarashiki natsu ga
Nigeteku ze"

DON'T MIND sono namida o fuite
STAND UP FOR YOUR LIFE!
Anata no kawari nante inainda!

Yaritakute dekinakute
Nanka tsumannainda
Tsuyogatte ikigatte nan mo
Shitakunainda
Nee! Doushitara ii no?

Hito no sei ni shitari
Gyakugire shitari
Dame dame na bokura
Kiete yuke!

HEY GUYS sono PURAIDO (Pride) o sutete
GO TO YOUR NEXT STAGE!
Jibun o norikoete
CHANGE THE WORLD!

Taiyou ga warau
Dame dame na bokura
"Subarashiki toki ga
Nigeteku ze"

DON'T MIND sono namida o fuite
STAND UP FOR YOUR LIFE!
Anata no kawari nante inainda!
Ima CHANGE THE WORLD!
DO THE BEST OF YOU!

Kimi datte boku datte kidzuite inai dake
Ame datte dame datte
Honjitsu wa seiten nari

Kimi datte boku datte kidzuite inai dake
Ame datte dame datte
Honjitsu wa seiten nari


Translation (ENG):

Oh, why am I
Crying like this?
If only I could have said it
A little, little better...
Hey! What should I do?

The sun laughs
At us slackers:
"A wonderful summer
Is slipping away!"

Don't mind; wipe away your tears --
Stand up for your life!
Nobody can take your place!

It's so boring
Wanting to do stuff but not being able to...
I don't want to put on a front and act tough,
Or anything like that...
Hey! What should I do?

Get rid of the useless people
We used to be,
Who blamed other people
And got defensive!

Hey guys, throw away your pride --
Go to your next stage!
Be more than you are now --
Change the world!

The sun laughs
At us slackers:
"A wonderful time
Is slipping away!"

Don't mind; wipe away your tears --
Stand up for your life!
Nobody can take your place!
Change the world now!
Do the best of you!

Both you and I just haven't noticed:
Even if it's raining, even if it's hopeless,
The sun will come out today.

Both you and I just haven't noticed:
Even if it's raining, even if it's hopeless,
The sun will come out today.


Credit to: Translation by: Kiwi Musume (WAFTF & Kiwi Musume's Lyrics Site)
»Romaji by: Cori (Corichan.com)

Sunday, 31 July 2011

★Puasa 1/30: ~★~ Welcome Ramadhan~Happy Fasting~★~

Assalamualaikum. wr. wb.

Hallo semua... Kemaren malem, malem sebelum hari pertama di bulan Ramadhan yang suci ini, kita mulai melakukan sholat tarawih sebagai pembukaan. Dan Hari ini kita mulai berpuasa. Semoga kita kuat menahan segala macem nafsu sampe akhir nanti pas malem Lebaran.

Puasa taun lalu aku lupa apa aja yang udah kudapet, kayaknya sih masih banyak mengumbar nafsu ketimbang menahan nafsu... Taun lalunya lagi (2009) malah gak menikmati sama sekali, gara-gara diklat jurusan yang makan ati. Untung MaBa taun 2011 ini diklatnya pas gak puasa, kayaknya sih setelah masuk hari pertama semester ganjil. Jadi puasanya aman, tapi kami sebagai panitia juga jadi berbahagia, bisa ngerjain anak orang tanpa takut merusak puasa orang, HUAHAHAHAHAHAHAHA *evil*.

Sebagai pecinta jejepangan, mulai musik, bishounen, sampe jadi fujoshi... seperti kegiatan fangirling-ku memang harus dikurangi. Ya karena dari pada dengerin musik mending ngaji (Al-Qur'an belom khatam-khatam dari taun lalu XDDD). Karena mantengin Bishounen bisa jadi lupa macem-macem. Dan barang-barang "nistah" macam yaoi, sudah barang tentu gak boleh rajin-rajin disentuh (bukannya emang gak boleh ya? XDD).

Mumpung suasana puasa masih kental... tiba-tiba jadi bayangin Abang Ryohei jadi muslim, pake baju koko gitu. Hwakakakak!! Soalnya klo diliat-liat yang paling "anak baik-baik" di antar 3 orang itu (w-inds.) ya Ryohei aja. Dia jarang minum alkohol, soalnya gampang mabuk. Trus kayaknya lebih suka dance di studio ketimbang di night club. Hmm... dia juga gak genit atau flirty gitu sama cewe, bahkan ketika Ryuichi sama Keita pay a lot attention to the girls. Jadi, rasanya yang sedikit alim cuma abang Ryohei, tapi gak ada yang tau dia masih inget Tuhan apa enggak. Bukan urusanku lah.

Hmmm... Saya rasa cukup sekian laporan pagi hari ini. Wassalamulaikum wr.wb

(klo nambah salamnya di situ kok brasa nulis naskah pidato yang tidak penting ya XDDD)


Friday, 27 May 2011

Long Road, Long Way to the Dream

Fandom : w-inds.
Pairing : Ryohei x ??
summary : Ryohei mencoba meraih mimpinya dengan sisa-sisa semangatnya setelah orang tua dan kakaknya meninggal dalam sebuah kecelakaan... long way from sapporo to tokyo.... (suck isn't? summary is hard)

[Long Road, Long Way to the Dream]

Suara deburan ombak memberikan sedikit alunan musik untuk malam yang sudah semakin pekat. Memang terlalu berlebihan rasanya untuk disebut music, tapi setidaknya deburan ombak yang pecah pada lambung kapal itu mengiringi suara mesin yang bising. Langit malam itu begitu cerah, bintang-bintang berkelap-kelip menggantikan lampu-lampu daratan yang jauh disana. Namun, secerah-cerahnya malam itu, bahkan jika bulan muncul pada akhir periodenya, masih belum bisa menerangi hati muram yang sedang termenung di dalam kapal ferry. Kapal ferry yang menyebrangi lautan Jepang, dari pulau besar di bagian utara menuju pelabuhan ramai di ibukota negara.


------------------------********-------------------------


Matanya menerawang pada lautan malam yang gelap. Tiga puluh lima menit lewat pukul satu malam, sepertiga perjalanan telah terlampaui, masih ada sepuluh jam dua puluh lima menit menuju pelabuhan Tokyo. Ada berbagai pertanyaan muncul dipikirannya, tidak ada satupun yang bisa dia jawab. Seluruh jawaban yang terpikir terasa tidak masuk akal atau belum memuaskan rasa gelisahnya. Andai saja hatiku bisa tenang seperti pekatnya warna lautan malam, gumamnya dalam hati.

Kedua tangannya memeluk erat tas ransel besar berwarna hitam-merah. Tas itu hampir sebesar tas milik pendaki gunung. Di depan kakinya, tergeletak tas olahraga berwarna biru pudar yang tampak penuh dengan pakaian. Tubuhnya berbalut jaket musim dingin berlapis dengan jumper dan kaos oblong, dengan celana jeans longgar khas para skater.

Akankah aku mampu bertahan?

Apakah dunia baru yang akan kuhadapi akan ramah kepadaku?

Akankah aku mampu mempertahankan prinsipku?

Akankah aku mampu mewujudkan mimpiku?

Akankah aku mampu mewujudkan harapan kedua orang tuaku?

Pertanyaan itu melayang-layang di pikirannya. Terus melayang hingga membawanya menutup matanya yang lelah terus memandang lautan gelap. Dengan satu doa terakhir, matanya memejam…

Tuhan, bantulah aku menghadapi hari esok…


------------------------********-------------------------

Aaww, kurasakan kaku dan nyeri dileherku. Entah sudah berapa jam sejak aku mulai tertidur, yang kutahu, leherku terasa nyeri karena posisi tidur yang tidak berubah. Mataku mulai terbuka perlahan ketika kusadari ada cahaya yang terang masuk dari jendela di sisi kananku. Sudah pagi, jam dinding besar pada dinding kabin menunjukkan pukul 8 pagi. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan hingga perutku mulai berbunyi karena lapar. Kuputuskan untuk memulai hari ini dengan udara yang segar. Segera ku bawa ransel besarku dan kupasang ke punggungku, dan tangan kiriku menenteng tas biru usang berisikan pakaian. Meja penitipan barang tampak baru buka dan sepi, segera kuberikan tas biru usangku dan petugas yang tersenyum segar itu memberiku kartu tanda penggunaan jasa.

Kulangkahkan kakiku menuju buritan kapal yang cukup luas. Kurasakan angin dingin musim semi yang berhembus menuju bagian depan kapal. Jika ini kapal layar, sudah tentu akan melaju kencang dengan dorongan angin itu. Aku duduk pada bangku yang disediakan, dan mulai mencari-cari roti-roti yang kubeli kemarin sebelum berangkat. Dan saat kutemukan roti-roti itu sudah tidak bulat dan tampak empuk, melainkan gepeng karena tergencet barang-barang yang ada didalamnya. Isi krim didalamnya tampak sedikit keluar karena gencetan, tapi rasanya masih enak. Kumakan 2 buah roti isi krim melon. Kupaksakan makan keduanya meskipun perutku sudah cukup kenyang setelah makan sedikit roti kedua. Aku harus memulai hari ini dengan berenergi. Dengan menenggak air minum, aku memberikan semangat bagi diriku sendiri.

Ada hal yang lupa kulakukan, aku belum ke toilet untuk buang air dan mencuci muka. Setelah buang air, aku mencuci tanganku dan membasuh wajah serta menggosok gigiku. Menggosok semua gigiku dengan teliti, dengan gerak membentuk lingkaran kecil-kecil, sama persis seperti yang dikatakan ibuku. Setelah itu aku mengeluarkan sebotol sabun pembersih wajah, untuk menyegarkan wajahku. Sabun pembersih wajah untuk kulit sensitive, Kakakku yang membelikannya untukku saat dia pergi ke Mall 3 bulan yang lalu. Dia membeli yang berukuran besar, agar awet katanya. Kukeringkan wajahku dengan tisu yang tersedia disisi wastafel. Jangan lupa mengeringkan sisi-sisi wastafel dengan tisu yang telah kau gunakan untuk menjaganya tetap bersih dan tidak boros tisu. Ayahku sering berpesan begitu, beliau orang yang rapi, bersih dan peduli lingkungan. Aku hanya tersenyum kecil sambil melakukan sesuai pesan ayahku. Air mataku yang hampir menetes, kutahan lagi. Bagaimana mungkin sebuah wastafle sempit di kabin kapal ferry membawa berbagai macam kenangan? Aku membasuh lagi wajahku, mengeringkannya dan memasukkan lagi sikat gigi, pasti gigi, dan sabun wajahku ke dalam tas dan segera keluar.

Aku menghampiri meja penitipan barang dan mengambil tas biru usangku serta membayar 150 yen uang sewa. Aku kembali ke tempat dudukku dan menata hatiku kembali, aku pasti bisa, aku akan memulainya dengan bersemangat. Kukeluarkan sebuah buku jurnal yang kubeli beberapa saat sebelum berangkat dan mulai menulis, perjalananku…

Diatas kapal ferry, Sapporo- Tokyo

2004, March 14

Hari ini kumulai perjalananku, kumulai langkahku meraih mimpi-mimpi yang menunggu untuk kuwujudkan. Hari ini berkatilah aku Tuhan. Berkatilah aku ayah, ibu dan kakak. Aku berjanji akan mewujudkan semua mimpi-mimpiku…

Chiba Ryohei.