Aku sebal...
aku sedih.. aku galau...
aku menyesal...
aku terbebani...
aku ingin marah...
aku ingin lari...
aku ingin lupa...
aku... aku... aku...
ya, ya... aku tau aku lebay...
Tapi mungkinkah aku gak lebay ketika sebuah masalah ttg seseorang, pgl aja X, yang gak benar-benar kenal yang terus mengacaukan pikiranku hampir selama hampir 5 bulan ini, yang akan kuceritakan di entry yang lain, tiba-tiba terasa meluap dibenakku. Ya, aku tau, salahkan hormon yang sedang tak beraturan gara-gara Mens, karena aku merasa galau saat ini. Seharusnya sejak lama aku merasa seperti ini, sejak Y, mantan si X mencaerita semua masalahnya padaku. Tapi mungkin waktu itu, rasa penasaranku merajai pikiranku, sehingga hal-hal yang logis malah gak tak terpikir. Sedangkan sekarang, pasa semester baru mulai, tugas mulai menumpuk lagi... Pikiran macam itu baru muncul secara jelas. Perasaan risih, penasaran, takut, dan simpati yang saat itu bercampur aduk gak karuan, sekarang malah menjadi jelas dan nampak dipermukaan.
Aku merasa seperti Maling, Maling privasi seseorang. Ya aku tau, lagi-lagi terdengar lebay. Tapi, privasi seperti ini bukan sekedar privasi yang bisa dicaritakan. Bukan privasi yang mudah untuk dicritakan pada sahabat bahkan keluarga. ini menyangkut jati diri yang juga gak mudah untuk disadari pada awalnya. Kemarin aku tanya Y, kira-kira apa dia bisa kasih tau X bahwa aku tau tentang privasinya. Tapi jawaban yang dia berikan bukan yang aku mau, dia sendiri sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi untuk mempertahankan apa yang dia ingin pertahankan pada X. Malah memintaku untuk menyimpan semua tetap sebagai rahasia. Padahal di kepalaku dan hatiku, terus-terusan terdengar teriakan, "MALING! MALING! KAMU MALING MII!!"
Duh, Gusti Allah... ampunilah aku! Tunjukkan aku harus bagaimana? Haruskah aku memberitau X? Atau bagaimana? Sungguh ya Allah, aku mohon petunjukmu.
-R-

0 comments:
Post a Comment